Saat alam memanggil kita untuk membantu melestarikannya, bagaimana bisa kita bilang tidak?

Memang sudah tidak mengherankan lagi kalau dua pesona Indonesia, Bali dan Lombok, merupakan destinasi paling digemari oleh para turis–dalam negeri maupun mancanegara–terutama kalau yang mereka ingin kunjungi adalah pantai

Bali, pulau yang diapit dengan Pulau Jawa dan Lombok, merupakan pulau yang kaya akan budaya. Pulau tersebut tidak hanya memiliki pantai-pantai yang menakjubkan, tapi daya tariknya juga ada pada kesenian dan manifestasi budaya masyarakatnya.

Mayoritas masyarakatnya menganut agama Hindu, Bali memiliki banyak pura yang memperbolehkan turis berkunjung asalkan mereka tetap mengikuti peraturan yang ada dan tetap menghormati tempat ibadah tersebut. Karena keunikannya ini, Pulau Bali juga memiliki nama Pulau Seribu Pura.

…Menarik bukan?

Bukan hanya itu saja, Bali juga adalah tempatnya seniman. Kalau sedang berjalan-jalan di Ubud, bahkan ditengah Kuta pun, akan banyak sekali karya seni seperti lukisan, pahatan, karikatur, dan hasil kerajinan tangan lainnya. Kota Ubud juga merupakan tempat dimana kita bisa menemukan Museum Neka, yang dimiliki oleh seniman, pecinta, dan kolektor lukisan, Pande Wayan Suteja Neka.

Itu baru Pulau Bali, bagaimana dengan Lombok?

Bisa dibilang tetangga dari Pulau Bali, Lombok sekarang merupakan destinasi utama dari provinsi Nusa Tenggara. Karena banyaknya pulau-pulau kecil, Lombok juga merupakan tujuan untuk turis yang senang island-hopping.

Bukan hanya terkenal dengan Kepulauan Gili–yang terdiri dari Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air–Lombok juga dikenal dengan suku etnis Sasak yang kaya akan budaya, dan tentunya gunung tertinggi ketiga di Indonesia, Gunung Rinjani.

Karena jarak Bali dan Lombok hanya sekitar 173 kilometer, banyak turis yang senang menggabungkan dua destinasi favorit ini dalam satu kali trip. Biasanya berawal dari Bali, lalu ke Lombok, dan kemudian kembali lagi ke Bali.

Ada beberapa cara untuk traveling dari Bali ke Lombok dan begitu pula sebaliknya. Dua cara yang paling populer di kalangan turis biasanya adalah naik pesawat, atau kapal ferry.

Tentunya ada cara lain seperti menyewa speed boat, hanya saja, jalan ini biasanya langsung bertujuan ke Gili dan tidak ke Lombok terlebih dahulu. Kembali lagi pada kebutuhan para wisatawan, dan cara mana yang sesuai dan nyaman untuk mereka.

Traveling dari Bali ke Lombok atau sebaliknya dengan naik pesawat memang pada umumnya memiliki harga yang lebih mahal (harganya berkisar Rp400.000 keatas) namun, durasinya pasti juga lebih cepat. Kalau tidak ada keterlambatan, kira-kira Bali ke Lombok hanya akan memakan waktu 40 menit.

Hanya saja, yang paling populer di kalangan masyarakat adalah kapal ferry.

Kapal ferry jauh lebih diminati karena harganya yang terjangkau dan waktu keberangkatannya yang relatif fleksibel. Hanya berjarak 60 menit dari tiap ferry, pilihan transportasi ini hanya memberi tarif sebesar Rp 46.000 untuk orang dewasa dan Rp 29.000 untuk anak-anak (akhir 2018). Untuk mobil pun hanya perlu membayar sebesar Rp 917.000 dan sudah termasuk banyaknya orang di dalam mobil.

Jika ingin naik ferry ke Lombok dari Bali, keberangkatan adalah dari Padang Bai yang terletak di timur laut daerah Gianyar kira-kira sejauh 29 kilometer. Jarak dari Kuta ke Padang Bai adalah 62 kilometer, sementara dari Denpasar sejauh 56 kilometer. Kalau dari Sanur dan tanpa keadaan jalanan macet, kita bisa sampai ke Padang Bai selama kurang dari satu jam.

Untuk ke Padang Bai sendiri, ada banyak caranya. Kalau kalian memiliki budget untuk menyewa kendaraan seperti motor atau mobil pribadi akan lebih mudah, karena bisa turun langsung di pelabuhan. Sementara kalau menggunakan kendaraan umum, masih jarang yang langsung menuju ke pelabuhan. Asalkan kalian berhati-hati dalam memilih kendaraan umum, sih, harusnya baik-baik saja.

Awas, jangan sampai kena trik calo-calo nakal ya!

Untuk seberapa lamanya, kalau naik ferry bisa memakan waktu 4-5 jam dari Padang Bai ke Lembar, pelabuhan yang terdapat di Lombok.

Kalau 4-5 jam terkesan sangat lama, tenang saja, fasilitas di ferry sudah lengkap kok! Mulai dari ruangan indoor, deck outdoor, kamar mandi yang bersih, mushola, kantin, dan dilengkapi dengan televisi, di bagian indoor dan outdoor tempat duduk penumpang.

Yang tidak pernah dianjurkan adalah untuk tetap naik ferry saat cuaca buruk!

Ombak mendekati Lombok lebih kuat daripada di Bali, jadi kapal ferry otomatis akan bergoyang yang menyebabkan orang-orang bisa mabuk laut (jangan lupa siapkan obat anti mabuk ya!). Kalau cuaca buruk maka akan berbahaya.

Kalau terdengar seram, tenang saja, aman kok!

Lagipula, sesampainya di Lombok, pasti semua kekhawatiran akan lenyap begitu saja karena kecantikan pulau di Nusa Tenggara Barat itu memang memiliki efek magis terhadap wisatawannya.

Memang, karena pesatnya perkembangan pariwisata di Lombok, kadang jadi bingung harus mulai mengunjungi dari mana.

Kalau sudah mulai bingung harus kemana saja saat berkunjung ke Lombok, tenang! Ada beberapa tempat-tempat yang wajib dikunjungi para turis saat di Lombok, diantaranya adalah:

Pantai Tangsi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pantai Pink.

Seperti julukannya, pantai ini pasirnya berwarna merah muda!

Hal ini disebabkan oleh karang berwarna merah muda yang bercampur dengan pasir di Pantai Tangsi. Seperti dugaan, pantai ini memang terkenal karena keunikannya.

Terlebih lagi, ombak di pantai ini memang kecil dan terkesan kalem, maka dari itu wisatawan lokal dan mancanegara memilih ke pantai ini untuk bersantai.

Kepulauan Gili

Tentunya, kepulauan yang terkenal karena kecantikannya ini wajib dikunjungi. Kepulauan Gili yang terdiri dari Gili Trawangan, Gili Mano, dan Gili Air ini sangat populer di kalangan wisatawan.

Apalagi kalau kalian suka melihat pantai dengan air laut yang sangat jernih, biru dan menyegarkan mata, kalian pasti akan senang berkunjung ke pulau-pulau ini!

Gili juga merupakan tujuan pariwisata untuk turis yang menyukai ketenangan.

Berbeda dengan beberapa pantai di Bali, seperti Kuta, Gili adalah tempat dimana kalian bisa melepas penat tanpa harus khawatir akan terganggu oleh keramaian.

Plus, di kepulauan Gili ini, kita bisa mendapatkan foto-foto yang sangat bagus!

Gunung Rinjani

Gunung dengan pemandangan tiada duanya ini memiliki titik tertinggi 3.726 meter diatas permukaan laut. Gunung berapi yang merupakan salah satu gunung terfavorit untuk para pendaki gunung ini adalah bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani, bersamaan dengan Danau Segera Anak yang juga merupakan tujuan utama turis datang ke Lombok.

Hutan Monyet Pusuk

Bukan hanya itu,

Di kawasan Gunung Rinjani, terdapat pula Hutan Monyet Pusuk yang pastinya sudah dapat ditebak…

Ya, hutan ini menunjukkan habitat asli ratusan monyet jinak berekor panjang yang diminati banyak wisatawan. Terletak di kaki Gunung Rinjani, Hutan Pusuk ini memiliki lanskap yang sejuk dan rindang, dengan banyaknya pepohonan yang menjadi tempat tinggal para monyet disana.

Pemandangan yang ditawarkan juga tidak kalah luar biasa. Banyak tebing-tebing yang dapat terlihat sejauh mata memandang, dan juga laut Lombok Utara dengan hamparan pasir putih yang sangat indah.

Yang lebih menyenangkannya lagi, para turis boleh memberi makan monyet disana! Jangan lupa bawa pisang yang banyak ya!

Masih banyak lagi tempat wisata yang wajib dikunjungi di Lombok, seperti Pantai Mawun, Selong Belanak, Tanjung Aan, dan Desa Sasak.

Dijamin kalau berkunjung ke Lombok, pasti kalian tidak akan menyesal, dan terlebih lagi, pasti kalian akan sangat menikmatinya!

Sebagai pulau dengan lanskap yang indah–mulai dari pantai, hutan, air terjun, hingga pegunungannya–kita sebagai warga negara Indonesia yang peduli terhadap alam harus menjaga keindahan pulau Lombok.

Karena popularitasnya yang semakin tinggi, terkadang masyarakat suka lupa kalau alam kita ini butuh dijaga dan diperhatikan.

Kalau begitu, bagaimana caranya kita tetap bisa menikmati indahnya alam di Pulau Lombok tanpa harus mengeksploitasinya?

Sasambo.org Greeneration Camp adalah sebuah event yang menaruh fokusnya pada mengajak anak muda untuk lebih memperhatikan lingkungan sekitar.

Sasambo Greeneration Camp mendapatkan namanya dari nama kelompok etnis yang berada di provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu Sasak, Samawa, dan Mbojo, yang setelah itu disingkat menjadi Sasambo.

Sementara Greeneration adalah gabungan dari kata “green” dan “generation”, yang merupakan sebutan untuk generasi yang turut perhatian terhadap lestarinya alam dan lingkungan.
Bukan hanya itu saja, Sasambo Greeneration Camp juga merupakan medium yang tepat untuk kalian yang memiliki ketertarikan untuk memberi kontribusi konkret kepada alam dan lingkungan sekitar.

Event ini bertujuan untuk mempertemukan pikiran-pikiran dan ide-ide anak muda dari seluruh dunia untuk membahas perlindungan dan konservasi alam.

Yang diharapkan dari berlangsungnya event ini adalah peserta bisa berkolaborasi dalam membuat sebuah kontribusi–berupa pikiran yang direalisasikan dalam bentuk nyata–kepada alam dan lingkungan sekitar kita.

Sasambo.org memulai bergerak menggelar acara-acara yang diselenggarakan di Lombok tersebut dari tahun 2017, dan sejauh ini sudah menggelar 3 acara. Yang pertama pada 21 sampai 24 Januari 2017, dilanjut pada tanggal 9 sampai 12 Maret 2017, dengan tema Sasambo Greeneration Friends of Earth Camp. Event terakhir diselenggarakan pada tanggal 18 hingga 21 Januari 2018 silam.

Di tiap-tiap acara, Sasambo Greeneration Camp menaruh tujuannya untuk mengedukasi, menyebar kesadaran sosial, melatih leadership skill, dan tentunya untuk mempromosikan pariwisata.

Dengan adanya medium seperti Sasambo Greeneration Camp, anak muda bisa lebih memiliki kesadaran akan adanya permasalahan serius pada alam dan lingkungan. Dengan timbulnya rasa kesadaran tersebut, maka anak muda tersebut akan tergerak untuk memberikan kontribusi dimana dia dapat membantu memperbaiki masalah yang ada, atau melestarikan alam supaya masalah-masalah yang nantinya akan datang dapat dicegah.

Terlebih lagi, kesempatan untuk bisa bertemu dengan orang-orang yang memiliki pemikiran dan perhatian dengan isu serupa bisa menjadi acara yang sangat menstimulasi perkembangan pemikiran terhadap tiap individu itu sendiri.

Isu-isu seputar global warming, limbah pabrik, polusi, hingga bahayanya penggunaan plastik memang selalu menarik kontroversi. Keberadaan environmentalist–atau orang-orang yang menaruh concern terhadap isu-isu terkait lingkungan–memang semakin banyak, hanya saja, kebutuhan manusia juga termasuk faktor yang menyebabkan kerusakan dan eksploitasi alam.

Coba bayangkan,

Jika banyak pemikiran-pemikiran hebat dari seluruh dunia dikumpulkan di dalam sebuah acara untuk membahas permasalahan dan isu seputar hal-hal tersebut, maka ide dan solusi untuk menanggulangi bahkan mencegah masalah itu juga akan terproduksi dengan lebih matang.

Setiap negara pasti memiliki permasalahan yang berbeda-beda. Tetapi, bukan berarti kita tidak bisa bertukar pikiran dengan mereka yang mungkin sudah pernah mengalami permasalahan yang sedang kita alami.

Selain pemikiran kita distimulasi dengan cepat, keterampilan kita dalam bersosialisasi juga terasah.

Soft skills adalah keuntungan lain yang bisa kita ambil dengan berpartisipasi dalam Sasambo Greeneration Camp ini. Dengan bertemunya dengan banyak individu yang bervariasi, kita pasti akan secara otomatis menggunakan dan mengasah keterampilan komunikasi, public speaking, bekerja sama, dan lain-lain.

Bukan hanya ilmu dan keterampilan saja lho, yang bisa kita dapatkan dengan mengikuti Sasambo Greeneration Camp ini.

Hal yang mungkin dianggap paling penting adalah adanya cultural exchange. Di dalam dunia yang serba instan dan perkembangan teknologi pun serba cepat, anak muda sudah tidak bisa lagi memiliki pemikiran yang sempit dan tidak toleran.

Dengan bertemunya banyak orang yang bersifat variatif, kita bisa langsung belajar budaya dan tradisi yang dianut oleh orang lain, dan juga mengasah kemampuan kita untuk mengedepankan toleransi pada perbedaan.

Dimana adanya pertukaran informasi dan bersifat sosial dan kultural–itu disebut cultural exchange.
Apa saja sih bentuk kontribusi yang sudah diberikan oleh Sasambo Greeneration Camp?

Mangrove Planting

Sudah terbukti guna dan manfaat pohon mangrove pada daratan dekat perairan. Di Pulau Lombok terdapat tempat konservasi pohon mangrove, dan di acara-acara sebelumnya, semua yang berpartisipasi dalam Sasambo Greeneration Camp meluangkan waktunya untuk menanam kembali pohon-pohon mangrove di kawasan tersebut.

Aktivitas ini tidak hanya berguna untuk lingkungan, tetapi juga membuat anak muda mengerti pentingnya melestarikan lingkungan Pulau Lombok.

Mengunjungi Desa Ende

Merupakan grup etnis terbesar di Lombok, masyarakat asli grup etnis Sasak masih menjaga tradisi mereka, yaitu hidup tanpa modernitas berupa teknologi dan listrik. Para Greenerations akan diberikan kesempatan untuk mengunjungi Desa Ende ini, dimana masih dilestarikan masyarakat tradisional Sasak, dan melihat serta mengapresiasi perbedaan budaya di Lombok.

Untuk acara Sasambo Greeneration Camp selanjutnya, yaitu yang ke empat, akan dilaksanakan di Pantai Klui, Lombok.

Teruntuk acara yang baru akan dilaksanakan tanggal 26 sampai 29 Juli 2019 ini, para peserta akan berkunjung ke daerah Desa Loloan, bagian utara dari Pulau Lombok yang merupakan tempat terjadinya gempa bumi sekuat 7 Mw pada tanggal 5 Agustus 2018 lalu.

Peserta akan memberikan bantuan berupa workshop dan sosialisasi pada warga sekitar, dan juga menghibur mereka dengan menghabiskan waktu bersama-sama.

Selain itu, sejumlah donasi juga akan diberikan kepada masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.

Sasambo Greeneration Camp merupakan sebuah acara yang cocok untuk kalian jika kalian ingin menjadi bagian dari solusi dalam permasalahan lingkungan.
Terutama di Pulau Lombok, yang merupakan tujuan wisata Indonesia dengan pesona mencapai mancanegara.

Dengan melakukan kegiatan sosial yang membantu peremajaan alam, kalian juga bisa mendapatkan banyak keuntungan dengan mengikuti Sasambo Greeneration ini!

Contohnya seperti soft skills yang terasah, dan cultural exchange.

Jangan lupa!

Kalian tidak hanya akan mendapatkan keuntungan yang bersifat individualis, tetapi juga akan membantu melestarikan alam dan lingkungan yang telah diberikan kepada kita.

Registrasi untuk acara ini bisa langsung dilakukan di sasambo.org

Semoga kalian bisa menemukan cara kalian masing-masing dalam melestarikan lingkungan dan mencintai alam…

Akan tetapi,

Pasti jauh lebih asyik dan bermanfaat kalau dilakukannya bersama dengan Sasambo Greeneration Camp!

Hari Prasad from India just Registered on Sasambo
x